Lahir Dengan Penyakit Jatung Bawaan (PJB)
Melahirkan dan memiliki seorang anak yang sehat pastilah menjadi dambaan semua wanita, tapi seringkali kenyataan tidak seindah harapan yang pernah kita rajut. Muhamad Naufal Adinata, demikian nama yang kami berikan untuk buah hati kami tercinta yang terpaksa lahir dengan kelainan jantung yang cukup kompleks. Sebuah cobaan yang teramat sangat berat mengingat perjalanan hidup selama ini berlangsung mulus. Yah.. Naufal, demikian biasa kami panggil, harus menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan kondisi jantung di kanan (dextrocardia) , pembuluh darah yang tertukar atau istilah medis Transposisi Great Arthery (TGA) dan sederet kelainan lain yang membuat jantungnya tidak bisa berfungsi normal meskipun sudah menjalani operasi.
Proses kelahiran Naufal bisa dibilang cukup lancar, karena hanya memakan aktu sekitar satu jam dari kedatangan saya di rumah sakit sampai melahirkan. Subhanallah... Allah Maha Besar, Naufal lahir dengan tubuh yang bersih, mata yang membuka seperti ingin melihat dunianya yang baru dan tangis yang cukup kencang. Sayang saya tidak bisa segera menimangnya karena ternyata mengalami pendarahan yang lumayan hebat dan harus diobservasi semalam penuh. Ketika saudah dipindah ke kamar perawatan, kedua orang tua yang kebetulan ikut menemani di rumah sakit dipanggil oleh Dokter Anak dan ketika kembali ke ruang perawatan saya bisa melihat perubahan mimik wajah mereka yang terlihat sangat sedih, ketika saya tanya mereka Cuma diam dan bilang “tidak apa-apa”. Pagi harinya saat saya bermaksud menuju ruang bayi untuk menyusui, tiba-tiba ada perawat yang berteriak marah “Nah, ini ibu yang anaknya kena sakit jantung, kemana aja sih ibu, dicari dokter anak kok enggak datang-datang”. Deg... serasa tersambar petir, dalam hati cuma bisa bertanya “Dicari dokter? Kapan ada pemberitahuan kalo saya dicari dokter?” trus “sakit jantung?”, Ya.. Allah apalagi ini, apa lagi yang coba disembunyikan dari saya. Akhirnya dari dokter anak, saya diberitahu kalo Naufal diduga menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB), walaupun dokternya berusaha menenangkan tapi tetap saja dunia berasa runtuh.. Ya Allah.. cobaan apa ini? Semua rasa sakit karena melahirkan langsung hilang dan berganti rasa sakit karena harus menerima kenyataan ini. Mulai saat itu perjalanan panjang untuk mengusahakan kesembuhan dan menjalani serangkaian pemeriksaan yang menguras pikiran dan tenaga harus kami jalani. Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata Naufal didiagnosa mengidap dextrocardia,TGA,VSD,ASD,PS, kelainan jantung yang sangat kompleks. Sebagai ibu yang melahirkan, saya seringkali didera perasaan bersalah karena telah menyebabkan Naufal terlahir seperti ini. Seorang doker tempat saya bertanya mengapa Naufal bisa negidap kelainan jatung ini Cuma bisa berucap bahwa semua berasal dari saya, ibunya. Duh.... Allah, semua ibu pasti ingin anaknya lahir sehat, selama hamil saya sudah berusaha menjaga kandungan saya sebaik-baiknya bahkan permintaan saya untuk cek darah dan pemeriksaan penunjang kehamilan malahan ditolak dokter kandungan. Yang lebih menyakitkan lagi ketika ada orang terdekat saya, orang yang saya harap bisa memberikan support ternyata malah menganggap naufal terlahir demikian sebagai buah atas dosa yang saya lakukan... Ya.. Allah... bukankah semua anak terlahir suci dan bukankah tidak ada dosa yang diturunkan.. Kalau saja orang terdekat saya punya pikiran seperti itu, apalagi dengan orang lain?
Akhirnya Februari 2007, tepat di usia 1 tahun dan setelah mundur 3 kali dari jadwal operasi sebelumnya, naufal naik meja operasi untuk menjalani operasi BCPS, sedih banget ngelihat anak sekecil itu harus menjalani operasi yang tidak mudah. Miris rasanya melihat dia dari balik kaca ruang icu, selang terpasang di mana-mana mulut, hidung, paha, perut dilubangi untuk memasukkan selang, selang infus menggantung di tangan. Naufal terus menangis menahan sakit setelah obat penenang yang diberikan pada saat operasi mulai habis, gak tega rasanya..."Ya... Allah... cobaan apa yang kau timpakan pada anak kami, kalau boleh ingin rasanya menggantikannya menanggung rasa sakit itu"Setelah 10 hari berada di rumah sakit, naufal diijinkan pulang. Konsekuensi dari operasi BCPS, naufal harus minum aspilet seumur hidupnya untuk mengencerkan darah dan jika dia sudah besar tidak boleh mengikuti kegiatan yang banyak membutuhkan kekuatan fisik.
Apapun yang terjadi pada Naufal harus saya terima dengan ikhlas, walaupun awalnya terasa sangat berat, saya tetap bersyukur pada-Nya tidak semua orang diberi kepercayaan seperti ini. Allah mempercayakan Naufal berarti Allah percaya bahwa kami bisa mendidik, menjaga dan merawat Naufal. Walaupun seringkali dilanda rasa cemas atas kesehatan Naufal, tapi saya yakin umur ada di tangan Maha Pemberi Hidup, saya coba pasrahkan semua kepada-Nya sambil terus mengusahakan agar Naufal tetep dalam kondisi terbaiknya. Dan yang pasti ada hikmah dibalik semua cobaan yang ditimpakan pada naufal, saya, ayahnya dan seluruh keluarga besar kami. Saya percaya smua akan indah pada saatnya, mungkin saja saat-saat itu belum datang, tapi pasti nanti, besok, lusa atau kapan semua cobaan ini akan berakhir indah.
Yang pasti tidak ada maksud lain dari postingan ini selain untuk berbagi pengalaman, karena saya yakin banyak orangtua yang mempunyai pengalaman seperti saya, semoga kita bisa saling menguatkan dan saling berbagi informasi untuk buah hati tersayang dan semoga blog ini bisa memberi manfaat bagi siapa saja yang membaca blog ini
Proses kelahiran Naufal bisa dibilang cukup lancar, karena hanya memakan aktu sekitar satu jam dari kedatangan saya di rumah sakit sampai melahirkan. Subhanallah... Allah Maha Besar, Naufal lahir dengan tubuh yang bersih, mata yang membuka seperti ingin melihat dunianya yang baru dan tangis yang cukup kencang. Sayang saya tidak bisa segera menimangnya karena ternyata mengalami pendarahan yang lumayan hebat dan harus diobservasi semalam penuh. Ketika saudah dipindah ke kamar perawatan, kedua orang tua yang kebetulan ikut menemani di rumah sakit dipanggil oleh Dokter Anak dan ketika kembali ke ruang perawatan saya bisa melihat perubahan mimik wajah mereka yang terlihat sangat sedih, ketika saya tanya mereka Cuma diam dan bilang “tidak apa-apa”. Pagi harinya saat saya bermaksud menuju ruang bayi untuk menyusui, tiba-tiba ada perawat yang berteriak marah “Nah, ini ibu yang anaknya kena sakit jantung, kemana aja sih ibu, dicari dokter anak kok enggak datang-datang”. Deg... serasa tersambar petir, dalam hati cuma bisa bertanya “Dicari dokter? Kapan ada pemberitahuan kalo saya dicari dokter?” trus “sakit jantung?”, Ya.. Allah apalagi ini, apa lagi yang coba disembunyikan dari saya. Akhirnya dari dokter anak, saya diberitahu kalo Naufal diduga menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB), walaupun dokternya berusaha menenangkan tapi tetap saja dunia berasa runtuh.. Ya Allah.. cobaan apa ini? Semua rasa sakit karena melahirkan langsung hilang dan berganti rasa sakit karena harus menerima kenyataan ini. Mulai saat itu perjalanan panjang untuk mengusahakan kesembuhan dan menjalani serangkaian pemeriksaan yang menguras pikiran dan tenaga harus kami jalani. Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata Naufal didiagnosa mengidap dextrocardia,TGA,VSD,ASD,PS, kelainan jantung yang sangat kompleks. Sebagai ibu yang melahirkan, saya seringkali didera perasaan bersalah karena telah menyebabkan Naufal terlahir seperti ini. Seorang doker tempat saya bertanya mengapa Naufal bisa negidap kelainan jatung ini Cuma bisa berucap bahwa semua berasal dari saya, ibunya. Duh.... Allah, semua ibu pasti ingin anaknya lahir sehat, selama hamil saya sudah berusaha menjaga kandungan saya sebaik-baiknya bahkan permintaan saya untuk cek darah dan pemeriksaan penunjang kehamilan malahan ditolak dokter kandungan. Yang lebih menyakitkan lagi ketika ada orang terdekat saya, orang yang saya harap bisa memberikan support ternyata malah menganggap naufal terlahir demikian sebagai buah atas dosa yang saya lakukan... Ya.. Allah... bukankah semua anak terlahir suci dan bukankah tidak ada dosa yang diturunkan.. Kalau saja orang terdekat saya punya pikiran seperti itu, apalagi dengan orang lain?
Akhirnya Februari 2007, tepat di usia 1 tahun dan setelah mundur 3 kali dari jadwal operasi sebelumnya, naufal naik meja operasi untuk menjalani operasi BCPS, sedih banget ngelihat anak sekecil itu harus menjalani operasi yang tidak mudah. Miris rasanya melihat dia dari balik kaca ruang icu, selang terpasang di mana-mana mulut, hidung, paha, perut dilubangi untuk memasukkan selang, selang infus menggantung di tangan. Naufal terus menangis menahan sakit setelah obat penenang yang diberikan pada saat operasi mulai habis, gak tega rasanya..."Ya... Allah... cobaan apa yang kau timpakan pada anak kami, kalau boleh ingin rasanya menggantikannya menanggung rasa sakit itu"Setelah 10 hari berada di rumah sakit, naufal diijinkan pulang. Konsekuensi dari operasi BCPS, naufal harus minum aspilet seumur hidupnya untuk mengencerkan darah dan jika dia sudah besar tidak boleh mengikuti kegiatan yang banyak membutuhkan kekuatan fisik.
Apapun yang terjadi pada Naufal harus saya terima dengan ikhlas, walaupun awalnya terasa sangat berat, saya tetap bersyukur pada-Nya tidak semua orang diberi kepercayaan seperti ini. Allah mempercayakan Naufal berarti Allah percaya bahwa kami bisa mendidik, menjaga dan merawat Naufal. Walaupun seringkali dilanda rasa cemas atas kesehatan Naufal, tapi saya yakin umur ada di tangan Maha Pemberi Hidup, saya coba pasrahkan semua kepada-Nya sambil terus mengusahakan agar Naufal tetep dalam kondisi terbaiknya. Dan yang pasti ada hikmah dibalik semua cobaan yang ditimpakan pada naufal, saya, ayahnya dan seluruh keluarga besar kami. Saya percaya smua akan indah pada saatnya, mungkin saja saat-saat itu belum datang, tapi pasti nanti, besok, lusa atau kapan semua cobaan ini akan berakhir indah.
Yang pasti tidak ada maksud lain dari postingan ini selain untuk berbagi pengalaman, karena saya yakin banyak orangtua yang mempunyai pengalaman seperti saya, semoga kita bisa saling menguatkan dan saling berbagi informasi untuk buah hati tersayang dan semoga blog ini bisa memberi manfaat bagi siapa saja yang membaca blog ini


